Saturday, April 11, 2020


Beberapa hari ini fikiran bergerak begitu cepat, silih berganti datang dan pergi. Arus informasi juga datang begitu deras. Ada yang menetap ada pula yang pergi. Seharian aku di rumah mencoba menenangkan fikiran, membaca  kembali buku yang menurutku bisa membuat  fikiran yang tak pernah mau diam menjadi sejenak hening.

Ya.. aku kembali kambuh. Hal ini sering terjadi padaku. Isi kepala penuh akan benang bundet (hanya ilustrasi).

Besok paginya, aku lebih tenang dari kemarin. Bangun pagi, sholat subuh.. bersih-bersih kamar. Berharap saat aku pulang, ku dapati kamarku yang rapi dan wangi. Hmmmmmm, aku rasakan meski itu belum terjadi. Tapi aku bayangkan, disaat aku Lelah seharian bekerja di kantor. Kemudian pulang disambut dengan kamar yang bersih dan wangi. Akan begitu menyenangkan bukan?
Yap… satu tanda lagi sebenarnya bahwa aku seorang introvert. Terlalu banyak yang difikirkan di kepala. Hehe.. lalu hanya pandai bercerita lewat tulisan. Seperti sekarang ini.

Setelah aktivitas pagi selesai aku kerjakan, aku berangkat dengan motor kesayangkanku seperti biasanya. Tapi, tidak seperti biasanya (hehe). Hari ini aku lebih santai dari hari sebelumnya. Biasanya aku terburu-buru ingin segera sampai di kantor. Laju-laju aku kemudikan motorku, tapi.. pagi ini benar tidak seperti biasanya. Aku berjalan pelan. Menikmati jalanan yang cukup lengang karena virus corona sudah sampai di Yogyakarta, dan cukup membuat geger Yogyakarta. Banyak warga yang sudah sadar untuk stay at home atau nge- lockdown gang-gang perumahan.

Pelan ku pandangi kanan kiri, hirup udara yang cukup segar meski sinar matahari sudah mulai menghangatkan punggung telapak tangan. Tidak perduli ku temui lampu merah, aku hanya berhenti. Biasanya aku merasa kesal karena harus berhenti bertemu dengan lampu merah. Sampai pada per 3 an gelato dekat St. Lempuyangan, masih ku biarkan motorku melaju pelan. Ku lihat di ujung sana lampu hijau meyala. Lagi-lagi tidak seperti biasanya aku yang mempercepat laju motorku karena tidak ingin lampu merah menghadangku. Tapi ternyata.. lampu hijau masih mau menungguku, sehingga aku tidak perlu berhenti.


Ya… Tidak tahu kenapa muncul di kepala aku ingin menulisanya di blog. 
Sekarang ini banyak orang cemas, takut akan sesuatu. Karena informasi begitu deras masuk ke kepala kita. Banyak yang diolah oleh otak ini menjadi ketakutan dan kecemasan. 
Melihat Informasi jumlah korban corona atau pasien positif corona. Kita menjadi cemas. Lalu buru-buru memborong makanan, memborong sabun cuci tangan, memborong masker dan lainnya. Ya… padahal hal positif lainnya bisa kita lakukan tanpa merasa cemas dan takut berlebih yang akhirnya membuat kita menjadi terburu-buru akan suatu hal.

Melihat teman sudah wisuda terlebih dahulu, bahkan memajang foto kantor tempat mereka bekerja. Kita menjadi terburu-buru ingin segera lulus. Karena cemas, takut jika kehidupan kita tidak seperti mereka (membandingkan diri) hingga membuat kita melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Stress atau membayar pihak ke 3 untuk membantu kita menyelesaikan skripsi. Bahagia hanya sesaat.

Melihat teman sudah menikah, melihat teman tamasya ke luar negri, melihat teman sudah memiliki mobil. Ya…. Dan lainnya banyak contoh hal-hal disekitar kita. Jika kita tidak mampu mengelola fikiran dan perasaan, lebih baik kita membatasi diri dalam hal menyerap informasi. 

Melihat motor belakang tiba-tiba menyalip kita, kita langsung menambahkan gigi kemudian menarik gas. Melaju lebih kencang.

Padahal tanpa terburu-buru, cemas, takut, setiap kita adalah bintang yang akan bersinar di waktu yang tepat. Tenang dan sabar….  Jalani sebaik mungkin. Jika memang itu jalan kita.. nikmatilah dan ambil pelajarannya.

Semoga kita dijadikan pribadi yang tenang. Adem Ayem tentrem. Amiin

Add your massage to every single people do comment here!

galihakmal . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates