Thursday, January 9, 2020

Jadwal di Pagi Hari, Jam 7 Pagi sudah harus selesai masak. Ini sudah pukul 7.04 WIB saya sudah selesai masak dan cuci peralatan masak yang kotor. Alhamdulillah.

Sebenarnya saya mau cerita ini dari kemarin. Tapi... belum sempat juga. Pikiran masih sibuk kemana-mana. Ohya malam senin kemarirn sepertinya saya keracunan makanan. Tiba-tiba mual, muntah dan sakit kepala. Setelah difikir-fikir saya makan gorengan getuk yang penuh minyak. Yap.. Minggu pagi saya beli getuk. Karena tidak habis, kemudian malamnya saya goreng, harusnya saya sangrai seperti biasanya. Tapi karena malas cuci penggorengan, jadilah saya goreng dengan minyak. Sepertinya itu yang membuat saya keracunan. Lambung tidak kuat menerima makanan yang penuh minyak.

Hehe tapi bukan itu yang saya ceritakan meski, cerita paragraf di ataslah yang menyebabkan cerita ini terjadi. Karena malamnya saya keracunan. Rasa pusing dan mulan di hari Senin masih terasa. Akhirnya, di jam istirahat saya keluar kantor untuk mencari Jus Buah. Anggapan saya untuk menetralisir minyak dalam perut. :).
Mbak yang jual Jus, sangat ramah. Menurut saya dia seorang Extrovert dan sangat cocok membuat para pelanggan datang. Selama saya di sana, mungkin cukup lama karena saya menghabiskan jus saya di tokonya. Jadi selama saya di sana, Mbak penjual Jus meski bukan pemilik usaha tersebut, dia bercerita tentang pengalaman dia bekerja sebelum dia menjadi penjaga toko jus ini hingga dia mendapatkan pekerjaan menjaga toko jus ini.

Sambil membuatkan jus  dan membereskan entah apa di dalam sana, karena terhalangi meja jus. Dia menyampaikan, bahwa dia mendapat jatah libur sebulan sekali. Jadwal dia bekerja dari jam 10.00 sampai dengan jam 21.00. Pekerjaannya ringan, kalau sepi ya santai, kalau ramai alhamdulillah. Pekerjaan dia tidak berat dan dia Enjoy menjalani pekerjaannya. Meski gajinya di bawah UMK tapi cukup untuk membayar uang kos dan mengirim uang ke 2 anaknya. Ya dia sudah punya 2 anak. Selain gaji dia juga mendapat uang makan. "Alhamdulillah" katanya.

Kalian tahu? dia juga seorang perantau di Jogja.  Seperti saya. Bedanya dia setiap bulan bisa pulang ke kampung halaman. Kalau saya enggak bisa tiap bulan pulang kampung. Ya Allah... Galih harus bersyukur. Setiap orang punya jalan cerita masing-masing kan? tinggal kitanya bagaimana? kita adalah pemeran utama di kehidupan kita. Yo.. yo.. semangat jadi pemeran utama.

Bersyukur Masih Bekerja

Mbak penjaga toko jus tersebut juga bercerita bahwa bos dia atau pemilik usaha ini baik hati. Tidak galak, tidak cerewet. Meski jatah libur sebulan sekali, kadang dia juga ijin kalau badan terasa tidak enak dan ingin istirahat. Ya.. semoga mbaknya betah bekerja di sana, berkah dan InsyaAllah saya akan datang lagi kesana. Benar adanya, saya seorang introvert, menjadi pendengar yang baik untuk mbaknya. Hanya sesekali tersenyum, tertawa dan menanggapinya. Karena saat itu adalah her time. Saya senang mendengarkan mbak nya cerita. Dengan expresi antusian dan cerita dia menceritakan tentang kehidupan dia kepada saya. jadi terharu... hiks..hiks. Saya tidak bisa seperti mbaknya.. Ah bukannya tiap orang punya peran masing-masing. Ingat dong.... :)

Manusia Hanya Bisa Berusaha

Ohya, sayangnya... dia bercerita bahwa dia sudah berpisah dengan suaminya. Alasan berpisahnya juga dia ceritakan kepada saya. Ah.. saya bercerita ini di blog bukan untuk mengumbar aib orang. Tapi untuk menjadi bahan pembelajaran buat kita. Meski kehidupan mbaknya seperti yang saya sampaikan di atas, dia sangat bisa menikmati hidupnya. Dia bisa bersyukur. Saya harap, kalian yang membaca cerita ini juga harus bisa mulai belajar mensyukuri nikmat, karunia dan kehidupan kalian saat ini. Ini juga menjadi pembelajaran buat saya. Manusia hanya bisa berusaha, keputusan di tangan Allah. Mbak dan Mantan suaminya juga ingin menikah sekali, dan tidak berpisah untuk selamanya. Tapi Nasib berkata lain.

Tentang Sebuah Pengorbanan

Eh... kembali ke Laptop, mbak bercerita... kalau dia memilih berpisah dengan suaminya, karena suaminya menjadi bapak rumah tangga. Syukur-syukur bantu-bantu pekerjaan rumah tangga. Ini hanya main burung merpati saja. Yang bekerja, membiayai kehidupan, mengurus anak, mengurus rumah masih tetap mbaknya. Dan akhirnya... mbaknya memilih untuk berpisah, berharap suaminya mencari pekerjaan dan tidak mengandalkan Mbaknya sebagai tulang punggung keluarga. Jadi tambah terharu, begitulah kehidupan. Keras broooo...

Menjemput Rizki, Jangan Main aja.

Dan ternyata benar, sekarang suaminya menjadi seorang yang mengatur parkir di Puskesmas dekat rumah dia dan di Alfamart. Ya begitulah... kehidupan memang keras, kenapa kamu masih berleha-leha santai ria? atau bahkan kamu yang sudah memiliki gaji tinggi, berkecukupan malah tidak bisa mensyukuri nikmat Nya yang ada Padamu. Lelaki harus bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di dalam keluarganya.

Dan, ternyata lagi... Mbaknya dan Mantan Suaminya itu mereka berdua masih sama-sama sendiri, belum menikah lagi. Ya.. semoga saja mereka berjodoh kembali setelah suaminya sadar dan bisa menafkahi keluarga. Sehingga Mbaknya bisa berkumpul kembali dengan ke dua anaknya. Karena saat ini, mbaknya harus berpisah dengan kedua anaknya. Kedua anaknya masih tinggal di kampung halaman dengan mantan suaminya. Sedangkan Mbaknya merantau ke kota Jogja. Saya tanya alasan kenapa anak-anak tinggal sama mantan suaminya. Ah dalam hatipun aku jawab sebenarnya. Gimana kalau tinggal sama mbak nya. Ngekos sekamar berdua sama temannya, kemudian ditinggal kerja sampai malam lalu siapa yang menemani dan merawat anak-anaknya??

Ternyata jawaban mbaknya berbeda dengan yang ada dibenak saya. Jawabanya adalah... Lebih baik di kampung tidak terkontaminasi dengan gadget. Aman.. meski ke dua anak mbaknya sangat senang jika diajak ke Jogja.

Cukup ya cerita pagi ini, semoga bisa diambil hikmah atau pembelajarannya. Jam sudah menunjukan pukul 7.28. Saya sudah harus bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Bismillah. Semoga hari  ini baik, berkah dan lancar. Amiin.

Add your massage to every single people do comment here!

galihakmal . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates