HAPzCHQZiEK4l9hTPastXXr1Bnho6RcJrjSfPSfs

Contact Form

Name

Email *

Message *

Mau Jadi Pemimpin Itu ada 'I' Nya, Apa itu?

Iklan 728x90

Mau Jadi Pemimpin Itu ada 'I' Nya, Apa itu?


Waktu masih sekolah dulu, saya ingat ada beberapa momen ketika saya menjadi kandidat pemimpin, baik di kelas sebagai ketua kelas, di kegiatan ekskul yang saya ikuti, atau sebagai seorang kekasih yang akan memimpin hati perempuan pujaannya. Sayangnya tak satu kalipun saya berhasil mencapai posisi itu, apalagi yang terakhir. Tampaknya banyak perempuan percaya ada laki-laki lain yang lebih baik untuk jadi imam di hati mereka.

Saya pun coba-coba mencari tahu apa dan mengapa seseorang bisa menjadi pemimpin, bukan cuma itu, saya juga ingin tahu apa yang ada pada pemimpin yang ideal. Dari situ, mulailah saya suka mengamati orang lain, belajar kepribadian dan baca-baca soal kepemimpinan. Saya juga tipe orang yang suka berorganisasi, dan di beberapa organisasi yang saya ikuti, saya melihat bagaimana sosok seorang pemimpin yang saya anggp layak saya menjadi contoh dan mana yang saya anggap tidak layak.
Karena saya berpandangan, menjadi pemimpin bukan sekedar jabatan yang kerjanya memberi instruksi atau perintah pada jajarannya. Memimpin pada hakikatnya adalah menjadi otak dan penggerak dari suatu ekosistem apakah itu perusahaan, lembaga, institusi, atau bahkan keluarga. Sosok pemimpin yang umumnya akan dijadikan cermin baik buruknya ekosistem tersebut.
Setelah sekian lama mencari tahu, dari membaca, berdiskusi, dan mengamati, setidaknya saya mengerti apa yang membuat seseorang menjadi pemimpin ideal. Ini mungkin teoritis, asumsi yang kebenarannya masih bisa diperdebatkan. Tapi saya berkeyakinan inilah yang saya lihat dari sosok seorang pemimpin.

Saya sudah menyederhanakannya menjadi beberapa poin yang setiap poin dimulai dengan huruf I. sebagian alasannya adalah agar gampang diingat, sebagian lainnya adalah karena menurut saya, huruf  I juga awal kata dari Individu, untuk menunjukkan bahwa sosok pemimpin dilahirkan dalam tiap Individu. Cocoklogi sekali, bukan?

Dan ini dia ciri yang dimiliki seorang pemimpin ideal.

INITIATIVE / INISIATIF

Sebagai seorang yang dipercaya menjadi pemimpin, memiliki inisiatif tinggi mencirikan kualitas kepemimpinanya. Dalam situasi yang genting, inisiatif akan diiringi dengan tanggung jawab. sebab ada resiko untuk menjalankannya.
Bagaimana seorang pemimpin mendapat kepercayaan orang-orang disekitarnya bisa dilihat dari seberapa tinggi inisiatif yang dia miliki. ini jelas bukan sekedar memberi gagasan, masukan, ide, ataupun saran. Tetapi juga apakah ia memiliki keberanian untuk melakukannya dan dapat meyakinkan orang lain melakukan hal tersebut.

Seorang pemimpin yang ideal tahu bahwa hal baik tidak datang dengan ditunggu. Keberuntungan datang dengan keinginan untuk mengawalinya. Kalau kamu memang punya keinginan menjadi seorang pemimpin nantinya, mulailah memiliki inisiatif.

INTERACTIVE / INTERAKTIF

Masalah yang selalu dihadapi dalam memimpin adalah perbedaan. Ada banyak orang yang memiliki cara berpikir, cara pandang, serta kemampuan yang berbeda-beda. Tanpa kematangan seorang pemimpin dalam menyatukan setiap perbedaan yang ada, sebuah tujuan tidak akan bisa dicapai.
Karena itu pemimpin harus seorang yang interaktif. Dapat membangun komunikasi dengan berbagai macam orang. Bisa menerima perbedaan yang ada, dan mampu mengetahui apa yang orang lain butuhkan. Tidak semata-mata menurutkan apa yang dia mau bahkan hingga memaksakannya pada orang lain.
Pemimpin yang ideal mendahulukan kepentingan dan kebutuhan orang lain disekitarnya. Semata untuk membangun hubungan yang baik dan tidak terlampau berjarak namun tetap memainkan peranannya dengan baik.

INFLUENTIAL / BERPENGARUH

Selain itu, seorang pemimpin pun adalah sosok berpengaruh. Ia memiliki pengaruh yang kuat terhadap orang lain disekitarnya. Ia didengar. Dipandang, dihormati. Serta disegani.
Pertanyaannya, apa yang menjadikannya berpengaruh? Tentunya ada banyak kemungkinan berbeda untuk itu. Namun yang pasti adalah, karakternya yang kuat dapat menjadi bagian penting dalam membentuk pengaruh tersebut. Misalnya dalam hal-hal prinsipil seperti caranya menyampaikan maksud pada orang lain, ketegasannya, wawasannya, serta caranya bersikap tenang dalam segala situasi.
Kemudian yang paling penting adalah, pengaruh dapat terbangun dari kesan orang lain terhadapnya. Semakin baik kesan yang dimiliki orang lain terhadapnya, image nya sebagai seorang pemimpin pun akan semakin menguatkan pengaruhnya.

INTUITIVE / INTUITIF

Ciri seorang pemimpin ideal lainnya adalah intuitif. Yang berarti ia memiliki kepekaan dan mampu merasakan perasaan orang lain. Sehingga ia dapat menata caranya bersikap dengan mempertimbangkan emosi seseorang.
Hal ini tentu dimiliki oleh banyak orang yang terbukti menjadi sosok pemimpin ideal. Karena mustahil bila seseorang dapat memimpin tanpa memahami perasaan orang disekitarnya. Apalagi mengedepankan egonya sendiri.

IMAGINATIVE / IMAJINATIF

Setiap pemimpin memiliki visi atau diamanatkan sebuah visi untuk dicapai. Untuk itu, seorang pemimpin tidak hanya harus berusaha keras dan dapat bekerja sama dengan baik, tapi ia pun harus dapat berimajinasi tentang visi yang bagaimana yang ingin dicapainya.

Bedakan imajinasi dengan khayalan. Seorang pemimpin melihat sesuatu dan dapat memikirkan berbagai kemungkinan dengan mengimajinasikannya. Kekuatan imajinasi seorang pemimpin pun akan ia gunakan dalam membuat berbagai keputusan.

INNOVATIVE / INOVATIF

Sebagai seorang pemimpin, sosoknya kerap dijadikan tempat untuk memimta pertimbangan, ataupun berkonsultasi dan mendapatkan saran. Mengingat peranannya tersebut, penting bagi seorang pemimpin untuk dapat berpikir inovatif. Menunjukkan bahwa dirinya bisa beradaptasi dengan perubahan, serta selalu mencoba membawa perubahan untuk kemajuan yang ingin dicapai bersama.

Banyak contoh gagalnya kepemimpinan karena bertahan pada prinsip kuno yang tidak lagi relevan. Enggan untuk membuka pandangan lebih lebar terhadap pembaruan yang berpotensi membawa perubahan yang lebih baik ke depannya. Maka untuk menjadi seorang pemimpin, diperlukan daya berinovasi yang mumpuni.

Selain itu menjadi sosok pemimpin yang kaya akan inovasi membuatnya akan selalu tampak menonjol dibanding orang lain.

INSPIRATIVE / INSPIRATIF

Disamping sebagai seseorang yang patut didengar dan dihormati juga disegani, pemimpin yang baik pun selalu menjadi idola. Inspiratif dengan segala hal yang dilakukannya dan apa yang berani ia korbankan demi kepentingan bersama.

Saat orang sekitanya sudah tak lagi memiliki harapan, pemimpin lah yang harus sanggup berdiri didepan menguatkan. Menjadi sumber semangat baru untuk terus membangun keyakinan bahwa apapun yang ingin dicapai bersama, akan dapat dicapai. Pemimpin yang inspiratif membawakan optimisme yang tak pernah habis untuk orang yang bersamanya.

Gimana? Cukup menghibur kamu? saya sering membayang-bayangkan apa yang orang lain pikirkan ketika membaca tulisan saya yang banyakan melanturnya. Terus terang saya belum pernah merasa dapat menulis dengan baik. Saya termasuk seseorang yang kurang baik penyampaiannya, lisan maupun tulisan. Tapi saya senang melakukannya.
Pada hakikatnya, setiap orang diciptakan memiliki kemampuan untuk memimpin. Pun akan ada waktunya bagi setiap orang untuk menguji kepemimpinannya, minimal dengan memimpin diri sendiri. apa yang tadi saya sebutkan dalam beberapa poin sebelumnya adalah sifat-sifat yang tidak datang dengan sendirinya, melainkan perlu ditanamkan dan juga dilatih.

Omong-omong, ada satu filosofi yang pernah saya baca tentang pemimpin ideal. Jika diibaratkan sebuah rumah, seorang pemimpin bisa dikatakan bagian atap yang terbuat dari genteng. Kalau kamu tahu tentang pembuatan genteng, disana ada proses yang panjang dan juga berat. Mulai dari dibentuk, diinjak-injak, dijemur, lalu dibakar sebelum siap menjadi genteng yang kuat dan kokoh untuk memastikan rumah selalu terjaga dari panas, hujan, dan menjadi tempat yang nyaman untuk penghuninya.

Dari filosofi tersebut dapat disadari kalau menjadi pemimpin memang tidak dapat secara instan. Harus melalui proses panjang yang sangat berat. Apakah tahan atau tidak menjalaninya, semua tergantung pada individu masing-masing.

Tapi yang jadi pertanyaan, menantu ideal calon imam dunia akhirat yang baik itu apakah harus seperti genteng juga?

Makasih buat kamu yang sudah meluangkan waktu membaca. Kirimkan komentar kamu tentang tulisan kamu, dan jika kamu punya ide-ide menarik yang bisa saya jadikan bahan tulisan, kamu juga bisa sampaikan di kolom komentar

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya
Salam

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment