Saturday, December 7, 2019


Terkadang banyak diantara kita berandai-andai tentang beberapa hal di masa lalu. Semisal dalam menentukan pilihan. Ketika kita merasa tidak melakukannya dengan benar, timbullah penyesalan dan kita mulai bertanya-tanya seandainya begini, seandainya begitu. Pikiran menjadi tidak menentu. Secara sadar atau tidak, terkurung dalam penyesalan yang dalam takkan memperbaiki apapun dalam kehidupan. Terlebih jika itu telah lama berlalu. Membiarkannya berlarut-larut justru akan membuat perasaan buruk membelenggu terus-menerus. Ini akan mengganggu kestabilan mental serta menghambat rutinitas. Kita tentu tidak menginginkannya.

Namun, percaya atau tidak, bahkan orang paling sukses yang telah memiliki banyak pencapaian dalam hidupnya ataupun seseorang seperti para pebisnis yang seringkali membuat keputusan dengan resiko uang jutaan raib begitu saja juga pernah mengalami hal serupa. Hanya saja mereka telah belajar bagaimana menerima kenyataan hidup, tidak melulu bermain aman, belajar betapa pentingnya mengambil keputusan yang cepat, dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan apa yang mereka punya.

Kenyataannya adalah, kita tidak bisa mengetahui apakah sebuah pilihan benar atau salah hingga dilakukan pembuktian. Inilah poin pentingnya. Akan lebih baik bagi kita untuk bertindak atas sebuah keputusan atau pilihan dan bukannya tertegun memikirkannya terus-menerus lalu berakhir menjadi sekedar asumsi semata.

Sebagian orang, sayangnya, menghabiskan banyak waktu untuk mencoba membuat keputusan, bahkan mengorbankan waktu tidurnya dan kedamaian pikiran mereka. namun pada akhirnya, mereka hanya mendapatkan lebih banyak tekanan dan stress yang menumpuk dalam diri mereka sampai diluar kemampuan mereka, dan kemudian memutuskan untuk tidak melakukan apapun. Coba, tidakkah itu menjadi percuma dan buang-buang tenaga? Sangat tidak efektif.

Orang-orang seperti inilah yang akan sering menyesali pilihan atau keputusan mereka di masa lalu. Orang-orang ini lebih memilih untuk tidak bertindak, dan seperti yang kita tahu, kesuksesan menyukai seseorang yang berani bertindak. Kesuksesan butuh sosok yang tidak mengedepankan rasa takut dalam mengambil keputusan. Memiliki ketetapan pilihan. Serta melakukan yang terbaik. Tak peduli apapun resikonya.

Meski demikian, perlu diingat agar jangan buru-buru merasa tenang dengan keputusan yang kita ambil dan menjadi tetrlampau percaya diri. Kita tidak bisa berhenti hanya sampai pada pengambilan keputusan tegas semata tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi. Jangan sampai kita tampak sembrono dan tergesa-gesa oleh kelakuan kita sendiri.
Baiklah, terlepas dari itu, tidak ada alasan kita harus merasa menyesal atas keputusan yang telah diambil. Ini prinsip yang harus ditanamkan dalam diri kita. Untuk bisa mengamalkan prinsip tersebut, simaklah beberapa poin berikut.

 PENGALAMAN DATANG DARI MENCOBA

Untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman mengenai kehidupan ini, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot membaca kisah jatuh bangun seorang yang sukses, atau memiliki mentor, atau membuat persiapan dan perencanaan sematang mungkin. Apa yang kita butuhkan sederhana saja, yaitu perbanyak mencoba hal baru. Pikirkan satu hal baru yang kita ingin coba selama ini. Fokuskan diri kita pada mencari tahu hasilnya dan bukan langsung bersikap seolah kitalah ahlinya. Ukur kemampuan kita dari situ, lalu dengan segera ambil tindakan. Dengan demikian kita akan tahu apakah kita bisa melanjutkan pada tahapan yang lebih serius atau tidak. Pengalaman itu yang akan memberikan jawaban. Dan pengalaman hanya akan kita dapatkan dengan mencoba melakukannya.

Orang-orang yang kaya pengalaman juga terdidik secara rohaniah. artinya jiwa mereka telah dididik untuk memiliki sikap yang jelas. Mereka melompati batasan dalam diri mereka dengan melakukan suatu tindakan dan akhirnya menjadi cukup berani untuk mencapai tujuan yang mereka telah tetapkan dalam hidupnya. Dan semuanya diawali dengan mencoba. Bagi yang merasa ragu untuk melakukan sesuatu hal baru, tidak ada ruginya untuk sering-sering menyindir diri sendiri dengan berkata ‘apa salahnya?’ sekedar untuk menyadarkan kita yang seringkali enggan tanpa alasan yang jelas.

BELAJAR MEMBUAT KEPUTUSAN AKAN MENDEKATKAN KITA PADA KESUKSESAN

Tidak semua orang bisa membuat keputusan. Tapi membuat keputusan bukan hal yang diwariskan secara genetik. Ini murni merupakan sebuah kemampuan yang bisa diasah oleh siapapun. Dan seperti halnya kemampuan-kemampuan lainnya, fase pertama tentu akan penuh dengan percobaan dan kekeliruan disana sini. Bagi kita yang sedang belajar membuat keputusan, pastikan untuk menghilangkan segala keraguan dan siap atas resiko terburuknya. Tidak masalah kita gagal pada awalnya, toh apa yang harus diharapkan dari percobaan pertama? Kita pasti akan membuat kesalahan, cepat atau lambat, namun disana tentu ada hal penting yang bisa dipetik untuk membuat kita semakin baik ke depannya.

 BENAR ATAU SALAH HANYALAH MASALAH ANGGAPAN

Apa yang baik untuk kita belum tentu demikian menurut orang lain. Kita semua memiliki pandangan hidup yang berbeda, bahkan gaya hidup serta pilihan yang tidak pernah sama.
Ini artinya, orang lain tak akan mungkin akan dapat memberi tahu yang benar untuk kita. Sekedar masukan mungkin dapat diterima. Namun, jangan terlalu sering mendengar apa yang orang lain katakan pada kita. Kita hidup dengan kemerdekaan untuk dapat memilih. Tanpa itu tak akan ada pemahaman yang kita miliki. Apalagi dengan melulu mempertimbangkan pendapat orang lain yang tidak ada hubugannya dengan keputusan kita.
Mulailah percaya pada hati dan lakukan apa yang kita anggap benar. Setidaknya kita akan tiba pada jalur yang dibuat untuk kita seorang dan tidak akan terjebak mengikuti standar orang lain.
Ketika kita merasakan hal buruk tentang keputusan hidup yang kita buat, cobalah melihatnya dari perspektif lain. Jangan buru-buru merasa putus asa hanya karena sepintas kita terlihat tak berguna dengan keputusan tersebut. Dalam ajaran agama, ini dikenal dengan hikmah.

Mungkin saja kan ini adalah hal terbaik yang kita bisa dapati dalam fase kehidupan kita sekarang ini?
Mungkin saja kan inilah tanda yang mengharuskan untuk membuat tujuan baru dalam hidup kita, yang lebih baik tentunya dari yang sekarang ini?
Dengan membuka diri pada perspektif-perspektif berbeda akan membantu kita untuk lebih menerima apapun yang terjadi diluar kuasa kita. Tanpa harus menjadikannya dalih ketika kita berada di situasi yang gagal kita menangkan.

Tetaplah menjadi seorang yang berpikiran terbuka. Lihat sisi positifnya. Belajarlah dari kesalahan. dan pada akhirnya sadari lah bahwa semua ini hanyalah reaksi kita sendiri terhadap apa yang terjadi.

RESIKO ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN

Dengan menyesali keputusan yang kita buat dalam hidup berarti kita berekspektasi lain pada hal tersebut, yang mungkin terlampau jauh dan ketika nyatanya bertolak belakang dengan realitanya kita menjadi tidak siap dan kecewa sendiri.
Atau kita berharap berlebihan dari diri sendiri atau orang sekitar kita, kemudian terlambat menyadari bahwa mereka juga punya kelemahan tertentu.
Bisa juga ada keraguan untuk mengambil langkah pertama pada setiap keputusan, ketakutan oleh idealisme kita yang kerap menginginkan segalanya sempurna.

Abaikan semuanya, buat pikiran rileks lalu ambil mudahnya saja. Tidak usah muluk-muluk. Lepaskan segala beban dan tuntutan yang kebanyakan berasal dari diri kita sendiri, dan rasakan kebebasan sejati ketika kita meninggalkan pikiran negatif dan segala yang menyertainya lalu mulai menatap masa depan

Kita tidak bisa memprediksi masa depan, dan mempersiapkannya juga tidak terlalu berpengaruh banyak. Setiap keputusan dan pilihan memiliki resiko. Sekalipun  berekspektasi rendah tidak akan dapat dijadikan jaminan sepenuhnya untuk membantu kita lepas dari resiko yang ada.. memfokuskan diri pada apa yang belum pasti dan sebatas dalam pikiran tanpa ada tindakan lebih lanjut hanya akan membuat kita tidak pernah merasa bahagia dan terus menerus kecewa pada hidup kita sendiri.

Maka isilah setiap harinya dengan mencari peluang, kesempatan dan juga membentuk sikap yang positif untuk membantu kita bertumuh dan menjadi lebih baik. Yang selalu menjadi perisai kita dalam menghadapi rasa sesal sewaktu-waktu. Kita perlu belajar bagaimana menikmati alur hidup dan memanfaatkan apa yang dimiliki.

Berhenti mencoba membuat keputusan terbaik dan fokuslah untuk membuat pilihan yang sederhana dan lekas ambil tindakan.
Selama kita tidak pasif pada apa yang anda kejar, percayalah kita masih berada pada jalur yang benar.

SELALU ADA YANG NAMANYA LAIN KALI

Satu hal lagi yang dapat membantu kita untuk tidak menyesali keputusan dimasa lalu adalah keyakinan dalam diri bahwa kita bisa memperbaiki keadaan lain kali.
Apa yang sudah terjadi, biarkan itu terjadi. Namun pada saat ini ada banyak yang bisa dilakukan untuk membuat kita dapat melangkah menuju masa mendatang tanpa dihantui perasaan dimasa lalu apakah itu kegagalan atau kekeliruan.

Pastinya ada banyak jalan untuk meraih keberhasilan. Mendapatkan masa depan yang gemilang tidak harus dilakukan dengan cara-cara brilian saja, melainkan juga dengan satu dua kegagalan yang membuat kita belajar dan menjadi lebih matang kedepannya.

Jelaslah bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dalam mengambil keputusan. Pilihan dan memilih adalah bagian dari kemerdekaan kita sebagai manusia yang lahir dengan tekad dan juga mimpi.
Penyesalan tidak perlu disematkan pada apa yang dilakukan. Sesali yang kita luput untuk melakukannya dulu.

Dari poin-poin diatas semuanya bermuara pada kesimpulan yang mirip, yaitu cobalah untuk menghargai dan berdamai dengan diri sendiri lebih baik lagi. Setiap orang memiliki pintu untuk keberhasilan, yang perlu dilakukan adalah mencari kuncinya.

Add your massage to every single people do comment here!

galihakmal . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates