HAPzCHQZiEK4l9hTPastXXr1Bnho6RcJrjSfPSfs

Contact Form

Name

Email *

Message *

Perjalananku di Penghujung Tahun

Iklan 728x90

Perjalananku di Penghujung Tahun

Hari ini tepat 1 Januari 2019, dan sekarang aku sudah di kos baruku. Duduk di depan laptop seperti biasanya. Di awal tahun, aku berharap tahun 2019 ini aku bisa lebih baik dalam karir dan bisa bertemu dengan jodoh. Ah.. jodoh lagi. Di umur yang hampir menginjak 30, berbicara tentang jodoh itu sudah lumayan menjadi hal yang serius buatku.


Di penghujung tahun ada hal yang datang tidak direncanakan. Seperti pada postingan sebelumnya, Ibuku sakit. Dan pada tanggal 24 siang akhirnya aku berangkat ke Semarang. Yap, karena dari 3 bersaudara hanya aku yang masih flexible belum menikah. Kakakku ikut suaminya tinggal di kalimantan, dan adekku baru beberapa minggu melahirkan anak pertamanya. Sehingga tinggallah aku yang bisa menemani Ibuku melakukan operasi. Ternyata salah satu hikmah aku belum bertemu jodohku, aku masih bisa fokus mengurus orang tua dan tidak lupa juga menjemput rizki.

Sebenarnya aku terlalu nekat berangkat ke Semarang menggunakan motor di siang hari, tepatya setelah shalat duhur. Mungkin pukul 18.30 aku baru sampai penginapan, dikarenakan hujan deras mengguyur tanah yang sedari pagi sudah bersiap menerima curahan hujan karena mendung sudah menggelayut sedari pagi. Hujan sangat deras dan jas hujanku tidak memadai, menyebabkan aku harus beberapa kali berhenti, termasuk berhenti lama di Masjid Ungaran, entah aku lupa nama masjidnya. Di masjid aku ditegur sama penjaganya kalau tidak boleh tiduran di dalam masjid. Dalam hatiku, duh ini Bapak nggak tahu pinggangku sakit dan bajuku basah. Akhirnya aku duduk di serambi masjid dengan kedinginan. Daripada kedinginan duduk diam, akhirnya aku putuskan untuk melanjutkan perjalananku dan akhirnya aku berhenti di Indomaret untuk membeli makanan. Perutku sudah tidak tahan menahan lapar lagi. Karena dari pagi aku memang tidak makan.


Sepanjang Perjalanan aku berkali-kali berhenti melihat google map sebagai petunjuk arah kemana harus ku tuju. Tidak mengapa lambat dan berkali-kali berhenti asal tidak salah mencapai tujuan. Seperti halnya dalam perjalanan bertemu jodohku saat ini, tidak mengapa lambat, asal aku bertemu dengan orang yang tepat. :)
Saat itu, aku rasanya sedih. Hujan terus turun dan aku juga belum sampai di tujuanku. Dan seperti yang aku katakan sebelumnya, mungkin sekitar pukul 18.30 WIB aku sampai di penghinapan, hotel kapsul. Setelah sampai, aku lagsung cek in, dan di antar oleh cs nya ke kapsulku serta aku diberi tahu dimana lokerku. Setelah itu aku langsung membersihkan diri dan masuk ke dalam kapsulku kemudian tidur.

Malam itu aku tidak bisa tidur nyenyak. Selain dingi karena AC juga terdengar suara-suara orang lain yang juga menginap. Masuk kamar setelah berjalan-jalan di simpang lima mungkin, sambil bercerita dan sibuk mencari dimana kapsulnya. Ohya.. harga yang aku pilih kemarin Rp. 69.000 tidak termasuk handuk dan selimut. Akan dikenakan biaya lagi jika meminta handuk dan selimut. Satu lagi, di hotel kapsul ini yang haya ditutup degan tirai kain dan sekat triplek mungkin, kita bisa mendengar suara ngorok dan kentut orang lain yang satu kamar meski berbeda kapsul. Entah pukul berapa akhirnya aku bisa tidur nyenyak. Ohya di hotel ini juga disediakan mushola dan tidak lupa toilet bersama. Untungya di hotel kapsul aku menginap, kamar untuk wanita dan laki-laki dipisah.


Pagi hari, aku bersiap menjemput Ibuku di Stasiun Poncol. Karena kurang lebih pukul 7.00 Ibuku sudah tiba di Stasiun Poncol dan setelah bertemu Ibuku, kami langsung pergi ke Rumah Sakit Kariadi, karena mendung sudah menggelayut di langit.



Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment