Menjaga Perasaan Orang Lain itu Tidak Selalu Baik

Menjaga Perasaan Orang Lain itu Tidak Selalu Baik

Malam ini, entah hujan keberapa kalinya di hari ini. Hari ini, hujan berhentii, hujan, berhenti dan hujan lagi. Seperti masalah hidup yang datang silih berganti. Kita pun harus bisa seperti tanah yang siap menerima kucuran air hujan. Jika deras.... terkadang menimbulkan genangan di atas tanah. Apaan? tidak sesuai ya komparasinya?
Baiklah, kali ini aku ingin berbicara tentang menghargai sesorang. Bersyukurlah saya yang selalu mendapat ujian diremehkan atau disepelekan banyak orang. Karena sebab itulah, aku jadi merasakan dan tidak ingin orang lain merasakan perasaan yang sama denganku. Sehingga aku pun tidak mudah meremehkan dan menyepelan orang lain.

Entah, mungkin berpuluh-puluh kali orang bilang aku seperti anak kecil, aku tidak mampu dan lainnya. Terkadang aku biarkan saja lewat tealinga kanan dan kiriku. Tapi tak jarang pula itu mampir dan singgah di hatiku. Menjadi mendung yang berhari-hari tak kunjung hilang. Ah sekali lagi ingat, bahwa manusia itu diuji sekaligus penguji. Jalani saja perannya saat kamu diuji ataupun saat kamu menjadi penguji.

Mungkin aku termasuk orang yang plagmatis atau pragmetis? lupa...
yang jelas, yang suka kedamain hingga mengorbankan perasaan sendiri. Aku sadar, mungkin untuk jangka pendek sifat ini bagus. Tapi untuk jangka panjang.. ini tidak bagus untuk diriku sendiri. Sama halnya aku menimbun penyakit. 

Mencoba berhati-hati dengan kata-kata, mencoba berfikir dan merasa baik-baik saja, mencoba dan mencoba..... semoga bisa bertahan sampai waktunya.

Belajar cuek itu penting, jangan terlalu perduli dengan orang lain itu juga penting. Sesekali memikirkan dirimu sendiri, membahagiakan dirimu. Ah.. ada yang bilang, salah satu jalan bahagia adalah membahagiakan orang lain. Tidak selamanya itu benar. Jika membahagiakan orang lain itu ternyata menyakitimu.

Hmmmmm pasti ada yang bertanya-tanya, kenapa aku tidak menulis tentang materi2 startup. Sekarang kan aku berada di dunia itu. Ya...... masak, dari pagi sampai sore udah berkutat dengan pekerjaan, saatnya malam waktu untuk diri sendiri. Dirimu berhak atas waktumu. Jangan terlalu memaksakan diri.

Selamat malam, selamat beriistirahat...

Add your massage to every single people do comment here!

Click to comment