HAPzCHQZiEK4l9hTPastXXr1Bnho6RcJrjSfPSfs

Contact Form

Name

Email *

Message *

Pekalah Dengan Tanda-Tanda Alam

Iklan 728x90

Pekalah Dengan Tanda-Tanda Alam

Hujan mulai mereda, tapi progress update an windowsku belum juga bertambah bagus sehingga aku belum bisa kembali ke kamar yang akan segera aku tinggalkan. Iya... di awal tahun depan, aku akan memulainya dengan kamar baru. Ohya.. ternyata aku bukan pengunjung satu2nya yang berjenis kelamin perempuan. Terdengar suara peremuan lain. Syukuralah....

Duh, aku jadi lupa mau menulis apa.. ini remaja di belakang obrolannya masuk ke kepala mengganggu konsentrasiku saja. Ohya aku akan bercerita, bisa jadi ini adalah pengalaman spiritual. Saat itu, aku sedang mengikuti kegiatan out door sekolah calon Ibu. Tidur di tenda plastik yang aku buat sendiri dan sama sekali tidak berkomunikasi dengan siapapun, baik direct ataupun indirect via smartphone. Sungguh tenang. Karena tenda plastik yang aku gunakan adalah plastik bening, aku bisa melihat dengan jelas kelabunya langit malam. Dan dingin serasa menusuk tulang. Tapi sungguh tenang aku rasa.

Sepulang dari kegiatan itu, setelah mandi aku tidur siang. Badan lelah dan mengantuk. Dalam tidur itu aku bermimpi buruk. Ada seseorang yang melempar ular kepadaku dan ular tersebut melilit leherku. Aku tidak memperhatikan dan mengingat jelas saat bangun tidur. Teringat kembali setelah beberapa jam dari bangun dan kembali beraktivitas seperti biasa. Keadaanku saat itu memang sedang tidak fit. Bisa jadi karena psikomatik yang aku derita. Entah magh atau typus. Dan karena, waktu itu hari senin terjepit aku putuskan untuk pulang dan ingin berobat di dokter yang ada di kampung halaman. Karena berobat di puskesmas dekat kos tidak kunjung juga membaik.



Sesampai di rumah kampung halaman, segeralah aku berobat. Setelah minum obat beberapa kali ada yang aneh dalam diriku. Aku malah semakin pusing, lemas dan mual-mual. Aku tidak bisa mengontrol lidahku. Akhirnya aku di rawat inap di puskesmas rawat inap dekat rumah. Malam itu aku tidak tahan menunggu sampai pagi dan bertemu dokternya. Karena baru diinfus dan dikasih vitamin. Aku bilang pada Ibu yang aku tahu Beliau sudah kebingungan tapi terlihat tegar dihadapanku. Aku menangis dan bilang, Bu.. galih tidak kuat. Ya Allah... dalam hati aku berdzikir la hawla kuwatailla billah. Ya Allah aku takut mati. Sungguh.. aku taku dan belum siap. Maaf jika aku pernah merasa ingin mengakhiri hidup. Tapi saat itu aku benar-benar takut mati. Terutama aku belum bisa membahagiakan Ibuku. Dan aku belum bisa membawa Ibuku ke Kota Mekah.

Akhirnya sebelum pagi, aku sudah dirujuk ke Rumah Sakit Kota, dan langsung disuntik entah obat apa. Dan beberapa menit kemudian kondisiku membaik. Aku bahagia melihat senyum Ibuku kembali, dan aku tidak meracau lagi. Seketika aku teringat mimpi tentang ular yang melilit leherku. Entah ada hubungannya atau tidak. Tapi memang selama ini, ada banyak kejadian yang aku diberitahu terlebih dahulu lewat mimpi, hanya saja aku yang kurang peka.

Lalu kesimpulannya? Jaga kesehatan dan mulailah peka dengan tanda-tanda alam :)
Ini pengalaman yang tidak terlupakan, serasa waktu itu aku akan mati. Badan, perut mual, lidah tidak terkontrol dan diikuti dengan mata. Ya Allah, aku masih hidup sampai sekarang pasti sudah sesuai dengan ketetapanMu. Bukannya manusia itu diuji dan menguji.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku. Amiin


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment