HAPzCHQZiEK4l9hTPastXXr1Bnho6RcJrjSfPSfs

Contact Form

Name

Email *

Message *

Empati Dalam Suatu Hubungan

Iklan 728x90

Empati Dalam Suatu Hubungan

Malam ini, masih duduk sendiri di keramaian malam. Mungkin tinggal aku pengunjung yang berjenis kelamin perempuan. Menunggu update an windows di laptop yang baru saja diinstal. Sungguh lama. Di temani suara deru hujan, bisingnya lalu lalang mobil dan motor dan ramai riuh alunan gitar serta obrolan para remaja yang aku tidak tahu sedang apa. Karena mereka duduk di belakangku. Apakah sudah bisa membayangkan?

Aku sedang ingin membuat kalian para pembaca merasakan suasanku saat ini. Seperti ketika membaca tulisan Bang Tere, seketika imaginasiku membayangkan latar dan suasana jalan cerita. Sungguh keren. Haha... Ternyata sudah hampir 10 bulan blogku ini tutup dan aku tidak bercerita lagi. Aku jadi berfikiran ingin beli domain galihakmal.com dan hostingya numpang ke kantor... ah curang... numpang gitu??

Bagian mana dari hidupku yang harus aku ceritakan?
Cinta? Pekerjaan? Spiritual? Persahabatan? atau lainnya?

Yang ringan saja ya.. aku pilih persahabatan. 
Sudah lama aku tidak jumpa dengan Mbak Lisa, sahabat yang tidak selalu ada tapi kami masih bisa dekat. Tidak selalu ada saat aku jatuh, Tidak selalu ada saat aku gembira... dan tidak selalu ada di sisi mendampingi baik raga atau sekedar komunikasi jarak jauh. Tapi kami dekat. Aku juga tidak tahu, apa yang membuat kami bisa menjadi dekat seperti ini meski tidak selalu berkomunikasi. Mungkin ketika sekalinya kami berkomunkasi, semua cerita bisa tertumpahkan... dan kami bisa saling ber empati. Yap.. di zaman sekarang ini kita susah mencari orang yang ber empati dengan keadaan kita, sekalipun keluarga.

Hati-hati saat kamu bercerita, bisa jadi bukan empati yang kamu dapat, tapi cemoohan dan remeh temeh. Jadi ketika kamu mendapatkan atau bertemu dengan orang yang bisa berempati atau bisa merasakan apa yang kamu rasakan, tidak hanya sekedar kasihan... pertahankanlah. Karena kenyamanan tidak selau bisa didapatkan. Ketentraman tidak selalu didapatkan saat engkau berhubungan atau berkomunikasi dengan teman, sahabat bahkan keluargamu.

Aku selalu ingat momen aku dan mbak lisa tidur di balkon atas kontrakan sambil bercerita masa depan dan kisah-kisah kami. Terimakasih Allah.. engkau telah hadirkan sosok seperti dia dalam hidupku. Teman sekaligus menjadi seorang kakak yang bisa mendengarkan dan berempati.


Ohya aku lupa... minggu lalu aku diberi kesempatan untuk berjumpa dengannya, meski hanya beberapa jam saja karena sudah larut malam dan akhirnya kami tertidur. Dan aku harus segera sampai di Stasiun Gambir untuk kembali ke Yogyakarta, pulang ke kotamu... Singkat tapi berkesan, dan kami tidak sempat berfoto bersama. Itu foto lama di tahun 2016.




Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment