Thursday, July 28, 2016



Beberapa waktu yang lalu heboh berita tentang siswa yang memenjarakan gurunya. Sebenarnya saya tidak begitu mengikuti beritanya, namun di medsos sangat gencar. Kalau saya, setuju jika guru menghukum siswanya. Apalagi siswa SMP itu mulai nakal-nakalnya. Masa dimana anak mulai berkenalan dengan rokok, minuman berakohol bahkan sex bebas. Dimana rasa ingin tahu anak sangat tinggi. Dan dimana orang tua harus mulai extra mendampingi anak.

Dalam hal ini mengkuhukum anak sewajarnya. Mencubit menurut saya masih biasa. Belum dipukul menggunakan mistar, atau dilempar dengan penghapus papan tulis. Kekerasan sebenarnya tidak baik, namun jika digunakan pada tempat yang tepat itu sangat bagus. Apalagi untuk mendisiplinkan anak.

Dulu waktu SMP, pantat seorang teman lelaki saya dipukul menggunakan mistar kayu kelas, karena bolos jam pelajaran. Dan kepala teman lelaki saya pernah ada yang dilempar menggunakan kapur tulis karena sering bercerita dengan temannya disaat guru sedang mengajar di depan kelas. Menurut saya itu hal yang wajar.

Guru merupakan orang tua dikala anak berada di sekolah. Jika guru santai dan tidak perduli terhadap perlakuan anak di sekolah, itu tandanya guru yang tidak baik. Lebih baik guru yang masih memilih untuk memarahi siswanya karena salah dan sering mengulangi kesalahan. Itu tandanya peduli dan sayang, karena menginginkan hal yang baik untuk siswanya.

Bahkan dalam Islam orang tua boleh memukul anaknya pada umur 10 tahun ketika anaknya menolak untuk sholat, dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan menghinakan. Sebelum umur 7 tahun, anak diberikan pemahaman tauhid dan lain-lain. Dan jika sudah menginjak umur 7 tahun, orang tua sudah harus mengarahkan anaknya untuk sholat.

Untuk calon orang tua, sering-seringlah berbicara dengan buah hati. Perhatianlah dengan perkembangannya. Dan selalu dampingilah dia. Seperti Ibu saya yang selalu mendampingi anaknya. Meski jauh, Ibu selalu tahu siapa saja teman-teman saya dan bagaimana perkembangan dunia saya. Jadilah orangtua sekaligus sahabat terbaik si buah hati. Sehingga orang tua adalah orang yang paling pertama tahu hal-hal yang dialami anaknya. Bukan menyalahkan orang lain, dalam hal ini guru, sedangkan kita tidak mengenal anak kita sendiri.

Add your massage to every single people do comment here!

galihakmal . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates